Menerbangkan Mimpi

Hai ketemu lagi kali ini saya akan menceritakan sedikit tokoh inspirasi versi Rizah. Selamat membaca.

042237_484134_Maherda_Ekananda

Tidak ada yang tidak mungkin jika kita tetap berusaha dan terus berjuang meraih cita-cita. Mahedra Eka Nanda, berhasil mewujudkan impiannya menjadi seorang pilot. Halangan apapun tidak dijadikan alasan untuk mundur, semua usaha telah dilakukan, meminta bantuan keluarga untuk biaya sekolah penerbangan, menjadi kurir hingga supir taksi. Dan setelah sekian tahun berjuang, impian itu akhirnya terwujud. Kini beliau telah menjadi pilot pesawat komersial di Lion Air setelah mendapatkan beasiswa penuh dari maskapai tersebut.

Keinginan menjadi pilot telah diinginkan sejak kecil. Ketika itu beliau sangat suka dengan film Thunderbird yang telah memunculkan kesukaannya pada dunia penerbangan. Setelah lulus SMA, beliau sudah mengutarakan keinginannya menjadi pilot, kepada orang tua. Namun ayahnya tidak mengiyakan keinginan beliau masuk sekolah pilot. Keterbatasan finansial menjadi salah satu alasan, hingga akhirnya Mahendra memutuskan kuliah di sebuah universitas di Surabaya di jurusan arsitektur. Selama kuliah cita-cita pilot belum juga berhenti, dan beliau sadar jurusan arsitektur bukan keinginannya. Setelah 3.5 tahun kuliah tidak sampai lulus, beliau memutuskan berhenti dan hijrah dari Surabaya ke Jakarta. Mahendra akhirnya meminta bantuan keluarganya di Jakarta, dan karena melihat keinginan yang sangat besar, pamannya memberikan pinjaman Rp 180 juta untuk sekolah penerbangan di Deraya Flying School. Beliau lulus dengan lisensi PPL adalah yang hanya bisa menerbangkan pesawat kecil. Untuk lanjut mendapatkan lisensi CPL agar bisa menerbangkan pesawat komersial, beliau membutuhkan biaya lagi sekitar Rp. 200 juta. Impiannya nyaris hilang setelah kembali dihadapkan pada finansial.

Tapi Mahendra tidak berhenti sampai di situ. Beliau mencoba berbagai profesi untuk menyambung hidup di Jakarta. Mulai dari kurir, hingga akhirnya ada tawaran bekerja sebagai ground handling di Garuda Indonesia. Ground handling adalah orang yang bertanggung jawab menyiapkan segala kebutuhan pesawat saat di darat hingga menjelang keberangkatan. Namun kontrak kerja tersebut hanya pada musim haji atau hanya aktif 5 bulan. Setelah musim haji, dan beliau menganggur. Di saat menganggur, kebetulan di dekat tempat beliau tinggal pool taksi Bluebird baru dibuka, dan beliau menjadi supir taksi. Segala gengsi dan malu beliau tinggalkan. Sambil terus berusaha mencari kesempatan melanjutkan sekolah pilot. Sempat juga mendaftar beasiswa dari perusahaan Australia yang mencari pilot pesawat kecil untuk membantu kerja perusahaan minyak British Petroleum. Namun setelah lolos dari serangkaian tes, berita beasiswa itu menghilang bak angin lalu.
Hingga pada tahun 2010, alumni SMA Negeri 16 Surabaya ini mendapat berita dari temannya ada beasiswa dari Lion Air. Awalnya beliau meragu, karena menyadari bahwa usia membuat kesempatan semakin kecil. Namun Mahendra tetap mencoba mendaftar. Dan ketika beliau melihat pesawat latihnya di bandara Halim Perdanakusuma, keyakinan itu muncul kembali. Hingga akhirnya kesempatan beasiswa tersebut datang pada beliau.

Mahendra berhasil membuktikan mimpi dan tekadnya untuk menjadi seorang pilot. Setelah menjalankan serangkaian pendidikan, beliau resmi menjadi pilot penerbangan komersial. Kini beliau dipercaya sebagai pilot Batik Air. Di balik keberhasilan membuktikan mimpi dan tekadnya, sang ayah yang sangat mendukung niat dan tekadnya tak sempat menyaksikan keberhasilannya. Sang ayah meninggal dunia karena penyakit kanker liver.

Mahendra telah menunjukkan bahwa profesi pilot tidak hanya milik orang dengan kemampuan finansial mumpuni. Dengan berjuang, bekerja keras, dan berdoa, cita-cita pasti akan terwujud. Tidak peduli apapun halangan dan rintangan yang harus dilalui. So, fly with your dream. And remember, the future belongs to those who prepare for it today. Jadi siapkan diri sejak sekarang.

Sekian sedikit cerita tokoh inspirasi menurut Rizah. Maafkan jika ada salah salah kata dan semoga menginspirasi. 🙂

Sumbernya

 

Iklan

1 Comment

  1. wow, inspiratif sekali, saudara saya ada yang belajar jadi pilot, nggak main2 memang harganya, dan itupun sulit untuk mendapatkan lisensi untuk penerbangan domestik apalagi garuda, beuuh mbayangin berapa uang yang harus dikeluarkan

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s