Sebuah Perjalanan Menyenangkan.


Gambar di atas diambil di Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Semua dimulai saat pusing setelah UTS akhirnya memutuskan untuk pergi berpetualang ke Makassar, tujuan utama sebenarnya ingin berpetualang ke Tana Toraja karena sudah setahun lebih menabung untuk pergi kesana dan kebetulan pula om dan tante tinggal di Makassar jadi sekalian berkunjung karena sudah lama tidak bertemu. Saya tidak pergi sendiri, melainkan bersama adik perempuan kesayangan saya. Kemanapun saya memiliki rencana pergi tidak lupa mengajak dia kalau kata anak jaman sekarang itu siblings goals hehe. Kita bertolak dari Sidoarjo menuju Makassar hanya berdua menggunkan jalur udara selama 1 jam 40 menit.

Sampai di bandara Sultan Hasanudin Makassar om kami sudah siap menjemput keponakan kesayangnnya menggunakan mobil butut keluaran 2001 mekipun tua tapi masih nyaman untuk melepas rindu. Melepas rindu di dalam mobil dengan mengobrol ngalur ngidul sambil melihat lihat suasana sekitar kota Makassar dan tak lupa sebelum menuju rumah kami makan makanan khas Makassar yaitu Coto Makassar dan Mie Titi. Setelah sampai di rumah kami melepas lelah dan merencanakan kapan akan berangkat menuju Tana Toraja.

Akhirnya esok kami semua memutuskan berangkat menuju kampung halaman istri om yaitu Tana Toraja Utara perjalanan di tempuh menggunakan jalur darat selama -/+ 7jam jalan begitu curam naik turun tikungan tajam bercampur dengan suasana jalanan malam yang begitu sepi kanan kiri adalah jurang. Setelah sampai kami istirahat karena kami sampai sekitar pukul 1 dini hari, awal petualangan kami menuju Ke’te’ Kesu. Ke’te’ Kesu adalah dulu deretan rumah rumah suku Toraja tetapi sudah dijadikan sebagai objek wisata. Tongkonan adalah nama rumah suku Toraja, menurut kepercayaan suku Toraja semakin banyak tanduk kerbau di atap Tongkonan semakin tinggi kasta orang tersebut. Puas dengan Ke’te’ Kesu kami melanjutkan perjalanan menuju Londa, Londa adalah gua yang digunkan untuk pemakaman suku Toraja yang masih difungsikan sampai saat ini. Sampai di Londa saya, adik saya dan om masuk ke dalam goa tersebut dengan di pandu guide orang setempat hanya menggunakan oblek atau lampu gas. Di dalam goa kami tidak diperkenankan untuk memotret, di dalam goa kami disuguhkan dengan pemandangan menarik banyak peti mati, sesajen bahkan peti mati yang terbuka pun ada. Di samping peti terdapat uang koin, rokok, sejajen isi makanan dan bunga, mereka percaya mereka yang menginggal hanya raganya tapi jiwanya hidup memakan sesajen tersebut. Di antara suasana mistis ada yang membuat menarik adalah batu berbentuk menyerupai hati dan terdapat lubang di tenganya, di sebelah batu tersebut terdapat sepasang makam yang konon ceritanya memiliki cerita seperti Romeo dan Juliet, mereka mati bersama karena cinta terhalang restu orang tua, sayangnya saya tidak bisa mengabadikan momen batu cinta tersebut. Di luar goa terdapat banyak sekali peti mati dari mulai yang masih bagus maupun yang harus diganti, karena setiap peti mati yang sudah terlihat rusak keluarga almarhum harus mengganti dengan peti yang bagus. Setalah puas berfoto di luar goa dengan berlatar belakang peti mati kami memutuskan untuk pulang.
Tanduk kerbau yang ada di rumah tongkonan itu menandakan berapa banyak kerbau yang sudah dikorbankan Upacara adat Rambu Solo’. Mengenai Rambu Solo’ (acara kematian) bisa diadakan kapanpun. Hanya saja Rambu Solo’ kebanyakan dilakukan pada bulan juli agustus dan desember januari karena bulan tersebut merupakan hari libur anak sekolah dan pegawai sehingga keluarga bisa berkumpul utk acara pemakaman almarhum yang bisa diselenggarakan sampai seminggu lebih karena upacara tersebut adalah sebuah penghirmatan khusus untuk almarhum. Mengenai kerbau/tedong. Org Toraja pada umunya beternak kerbau dan (maaf) babi. Tidak semua yangg memiliki kerbau adalah orang kaya walaupun kerbaunya adalah kerbau mahal Saleko itu dengan harga sekitar 500 juta sampai 1 milyar lebih. Mungkin setelah kerbaunya laku baru dia punya uang. Banyak juga orang biasa ataupun petani punya kerbau.

Mayoritas penduduk Tana Toraja pemeluk agama non muslim, toleransi di sini sangat dijunjung tinggi, mereka bisa hidup berdampingan dengan agama lain tanpa membeda bedakan dan saling bermusuhan. Toleransi sangat terasa kental saat pada dini hari itu ternyata ada pemadaman listrik saya kira pemadaman bergilir ternyata sengaja dimatikan untuk memperingati hari Paskah. Yang beragam non muslim berjalan bersama sama dari rumah menuju gereja sambil membawa obor dan mencari telur paskah, melihat pemandangan tersebut saya merasa mengapa di luar sana masih terdapat pertikaian dalam perbedaan jika perbedaan tersebut membawa kedamaian. Saat ramadhan, Idul fitri, natal dan perayaan lainnya mereka pun saling mengirim bertukar makanan halal pastinya untuk memperingatinya. Disini masjid dan gereja saja bisa berdampingan tanpa ada perselisihan.

Pada pukul 5 pagi kami berangkat menuju Lolai, Lolai adalah tempat wisata yang biasa disebut negeri di atas awan. Memang seperti negeri diatas awan, kami bisa melihat lautan awan begitu indah ditemani dengan pohon yang menjulang tinggi dan puncak bukit yang indah. Setelah puas dengan lautan awan kami melanjutkan perjalanan menuju Buntu Burake yang terletak sekitar tiga kilometer ke timur dari Makale ke arah Rantepao, Buntu Burake adalah patung Tuhan Yesus tertinggi di dunia. Jangan tanya bagaimana pemandangannya dari atas sekitar patung. Keren banget pastinya dengan view pegunungan di sekitar pusat kota Makale lengkap dengan kolamnya bisa kita nikmati dari atas.

Setelah puas menikmati view di Buntu Burake kami memutuskan pulang karena pada keesokan harinya kami harus kembali ke Makassar. Saat perjalanan pulang menuju Makassar kami sempatkan makan malam dan mengahbiskan waktu sore di Pare Pare sambil menikmati sunsetnya yang begitu indah dan keren. Sebenarnya ingin seklai berlama lama di Tana Toraja tapi apa daya kesibukan kuliah dan sekolah sudah menanti.

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s